Siapakah Sohibul Qur'an?


Siapakah Sohibul Qur'an?

*بسم الله الرحمن الرحيم*

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“(Pada hari kiamat kelak) Akan diseru kepada Ahli Al-Qur'an, 'bacalah dan teruslah naik, bacalah dengan tartil seperti yang engkau telah membaca dengan tartil di dunia, karena sesungguhnya tempatmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” ( *HR. Ahmad dan Termudzi*)

Mereka yang aktif bersama Al-Qur'an selain disebut Ahli Qur'an, Ahlul juga disebut Sohibul Qur'an. Kita harus iri setiap kali melihat hamba Allah yang menjadi Sohibul Qur'an (sahabat Al-Qur'an). Mari kita pelajari kehidupan mereka.

Kita berbangga kepada mukmin yang Sohibul Quran, karena ia memiliki energi yang tidak habis-habisnya untuk berinteraksi dengan Al-Qur'an. Pantaslah jika Allah Subhanahu wa Ta'ala memuliakan Sohibul Quran.

Lantas, siapakah Sohibul Quran itu?
Berikut ini di antara sifat-sifat atau karakter Sohibul Qur'an:

1. Sohibul Qur'an adalah mereka yang memiliki kecintaan kepada Allah dan Rasulullah tanpa batas, sehingga tidak akan pernah berhenti atau terbersit untuk berhenti membaca  Al-Qur'an. Ia siap bersama Al-Qur'an sampai akhir hayatnya. Maka jangan sampai kehilangan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

2. Sohibul Qur'an adalah mereka yang memiliki keyakinan dengan hari akhirat seyakin terbitnya matahari pada pagi hari. Sehingga Al-Qur'an menjadi motivasi menyiapkan kehidupan akhirat yang lebih baik. Puncaknya masuk surga dan selamat dari neraka. Hanya dengan keyakinan seperti ini, sohibul Qur'an tidak akan kehabisan energi dalam berinteraksi dengan Al-Quran.

3. Sohibul Qur'an adalah manusia biasa yang memiliki hawa nafsu; terkadang malas, jenuh, futur, sedih, dan lain sebagainya. Namun ia tidak pernah tunduk kepada hawa nafsunya demi untuk bersama Al-Qur'an. Tekadnya adalah sebenarnya hari ini saya lagi malas, tapi saya harus membaca Al-Qur'an, walaupun hanya 3 juz, sehingga saat bersemangat bisa mencapai 5 juz bahkan lebih. Bagitulah manusia yang selalu dekat dengan Dzat Yang Maha Kuat dan Perkasa Allah Azza wajalla.

4. Sohibul Qur'an bukannya tidak mendapat godaan syetan, namun ia selalu melawannya, enggan kompromi dengan bisikan-bisikannya.

5. Sohibul Qur'an tidak lagi menjadikan Al-Qur'an sebagai beban dalam berinteraksi dengannya, melainkan Al-Qur'an adalah kenikmatan, kebahagiaan, dan ketagihan. Sehingga hanya dengan Al-Qur'an batinnya terpuaskan.

Allah ta’ala berfirman:

*ألا بذكر الله تطمئن القلوب*
_(الرعد : ٢٨)_

”Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
( *Ar-Ra’d: 28*)

6. Sohibul Qur'an selalu peduli kepada umat manusia. Hatinya tidak akan puas, sehingga melihat sebagian besar  manusia beriman dan melaksanakan Al-Qur'an sebagai pedoman hidupnya. Untuk itulah ia siap menyibukkan diri mengajak umat kembali kepada Al-Qur'an, mengajarkan dan menyampaikan Al-Qur'an.

7. Sohibul Qur'an marasakan malam hari adalah waktu-waktu yang istimewa, karena pada saat itulah waktu yang terindah bermunajat dengan Allah yang dicintainya.

8. Sohibul Qur'an selalu mendapat energi Al-Quran yang memotivasinya banyak beramal salih, mengikuti semua yang disunnahkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam.

9. Sohibul Qur'an selalu tawadhu di hadapan Allah dan orang-orang yang beriman. Tidak membanggakan dirinya dan menyepelekan orang lain. Tidak merasa dirinya paling salih, orang lain semua salah.

10. Sohibul Qur'an hatinya selalu merindukan rumah Allah (masjid), sehingga selalu berupaya memakmurkan masjid.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala karuniakan kita sifat-sifat Sohibul Qur'an, insyaAllah kelak di akhirat akan mendapat naungan-Nya.

Oleh: Al Ustadz Abdul Aziz AR, Lc Al Hafizh (Taujih MQN)
Disadur oleh: Team Sohibul Qur'an

Donasi 
a.n yayasan Sohibul Qur'an
No rek mandiri 129 00 10397756
.
.
Facebook : pesantren tahfidz Sohibul Qur'an
YouTube : Siroh Sohibul Qur'an

Posting Komentar

0 Komentar