Cerpen Lucu "Tewas? Cerita Seorang Santri

TEWAS
oleh: Rovi Mustari
(santri Sohibul Qur'an)
Sumber foto: galeri foto pribadi

Tak lama lagi, halaqoh tahfidz dibuka. Afwan pemirsa, diri ini masih tertegun, tertunduk ... belum terkumpul sempurna jiwanya. Jihad itu berat, apalagi jihad melawan hawa nafsu; malas, bosan, lalai, lelah, juga ngantuk.

Masih tergambar jelas bagaimana diri ini "tewas" tadi malam! Ya, setelah mengalami beberapa "kecelakaan." Ternyata, lagi-lagi kondisi hati yang kurang baik menjadi pemicu besar terjadinya "kecelakaan."

Tak hanya itu saja pemirsa! "Waktu menunjukan pukul 03.19" Astaghfirullah!!! Jam wekernya hanya tertawa melihat pemiliknya lelap. Tadi malam kesiangan lagi!

Tidur lebih awal ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan bangun lebih awal. Kondisi sebelum tidur yang tak terkontrol (tidak berwudlu, sholat sunnah, tilawah, berdoa dst). Rasanya menjadi _power_ banget buat sang penggoda. Yup, tidurnya pun tidak dalam kualitas yang baik meskipun kuantitasnya sudah maksimal.

Tapi, Come on ... sekali lagi tidak ada gunanya menyalahkan keadaan. Lakukan sesuatu untuk memperbaiki semua! Maafkan diri yang belum tergerak untuk menghafal di waktu sesempit ini.

Sekadar ungkapan hati agar tidak  menjadi beban ... refleksikan diri!

Sekarang ... bersiap kembali!
Jadi pasukan Allah lagi!
Jadi pejuang Al-Qur'an lagi!
Semangat lagi!
Senyum lagi!

*Tewas=ketiduran
*Kecelakaan=ngantuk

Jakarta, 14 Februari 2019
diedit oleh: Umi Fitri

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Maa syaa Allah...
    Benar-benar berat bangun malam jika tidur tanpa berdoa...

    BalasHapus